Apa manfaat mendonorkan darah?

Januari 12, 2009

Tidak ada manfaat langsung menjadi donor darah. Namun dengan mendonorkan darah secara rutin setiap tiga bulan sekali, maka tubuh akan terpacu untuk memproduksi sel-sel darah baru, sedangkan fungsi sel-sel darah merah adalah untuk oksigenisasi dan mengangkut sari-sari makanan. Dengan demikian fungsi darah menjadi lebih baik sehingga donor menjadi SEHAT. Selain itu, kesehatan pendonor akan selalu terpantau karena setiap kali donor dilakukan pemeriksaan kesehatan sederhana dan pemeriksaan uji saring darah terhadap infeksi yang dapat ditularkan lewat darah. (sumber: Unit Transfusi Darah PMI Cabang Kota Yogyakarta)

Bagi pendonor sendiri banyak manfaat yang dapat dipetik dari mendonorkan darah. Beberapa diantaranya adalah :
Mengetahui golongan darah. Hal ini terutama bagi yang baru pertama kali mendonorkan darahnya.
Mengetahui beberapa penyakit tertentu yang sedang di derita. Setidaknya setiap darah yang didonorkan akan melalui 13 pemeriksaan (11 diantaranya untuk penyakit infeksi). Pemeriksaan tersebut antara lain HIV/AIDS, hepatitis C, sifilis, malaria, dsb.
Mendapat pemeriksaan fisik sederhana, seperti pengukuran tekanan darah, denyut nadi, dan pernapasan.
Mencegah timbulnya penyakit jantung.

Siapa saja yang boleh mendonorkan darah?
Pendonor berusia antara 17 – 60 tahun dengan berat badan minimal 45 kg. Usia 17 tahun harus dengan ijin tertulis dari orangtua.
Tanda vital baik. Biasanya diperiksa sesaat sebelum mendonorkan darah. Tanda vital tersebut adalah : Tekanan darah sistol = 110 – 160 mm Hg dan diastol = 70 – 100 mm Hg; Denyut nadi teratur, yaitu 50 – 100 kali/ menit; Suhu tubuh 36,6 – 37,5 derajat Celcius (oral).
Jika pernah mendonorkan darah, maka pendonoran yang terakhir sudah lebih dari 3 bulan yang lalu.

Fakta dibalik Golongan Darah

Januari 12, 2009

Mungkin kita tidak asing lagi dengan golongan darah A, B, AB dan O. Tapi sebenarnya bukan O tapi 0 (nol).
• Golongan Darah A : Memiliki sel darah dengan antigen A
• Golongan Darah B : Memiliki sel darah dengan antigen B
• Golongan Darah AB : Memiliki sel darah merah dengan antigen A dan B
• Golongan Darah 0 : Memiliki Sel darah tanpa antigen

Jadi penyebutannya itu berasal dari antigen yang dimilikinya. Disebut A karena memiliki antigen A, B karena antigennya B, AB karena punya A dan B, sedangkan 0 (nol) karena tidak memiliki antigen. Namun karena dalam bahasa Inggris 0 (nol) sering dibaca O, maka mereka membacanya O. Tapi maksud sebenarnya adalah nol.

Persepsi keliru golongan darah
Saat ini mungkin masih banyak yang beranggapan bahwa golongan darah O bisa dipakai untuk penderita golongan darah lain (A, B, dan AB), karena itu golongan darah O disebut sebagai Universal Donor. Itu tidak benar. Karena pemberian golongan darah O kepada golongan lain berhubung pada kenyataan sering menimbulkan efek sampingan pada penderita. Terlebih bila di dalam plasma donor golongan 0 ini terdapat anti A dan anti B yang bertiter tinggi (1/64). Di negara-negara lain anggapan golongan darah O sebagai Universal Donor tidak dianut lagi, kecuali kalau diberikan dalam bentuk Packed Red Cells.
Namun anehnya mengapa ini masih diajarkan di pelajaran sekolah di Indonesia??? Memang secara teori dulu seperti itu. Tapi ilmu pengetahuan sekarang sudah lebih baik lagi melihat reaksi serius yang ditimbulkan.

G.B Elliott dalam jurnalnya “Transiently Dangerous Universal Blood Donor” mengatakan bahwa Universal Donor itu berbahaya. Dan sebenarnya pernyataan “Dengerous Universal Donor” ini sudah diperkenalkan oleh Levine dan Mabee di tahun 1923.
Penerapan Universal Donor mungkin hanya bisa diterapkan untuk keadaan gawat darurat, dimana pasokan darah tipe yang sama sangat sulit didapatkan.

Donor Darah

Januari 12, 2009

Salah satu fungsi donor darah adalah membuat darah di dalam tubuh kita di’cuci’ secara manual. Juga agar sumsum tulang belakang selalu memproduksi darah baru. Dengan darah yang baru, maka distribusi zat zat makan oleh darah akan lancar. Berat badan bertambah menjadi ideal. Kata orang karena cocok, dan yang paling penting adalah pikiran. Makan banyak , pikiran juga banyak maka tetep aja kurus. Karena alat distribusi makan dalam tubuh yaitu darah dalam kondisi sehat maka makanan yang kita makan juga akan menyehatkan kita. Satu lagi keuntungannya adalah, bahwa darah pendonor harus benar – benar sehat, artinya darah kita akan dicek sebelum didonorkan ke orang lain. Dengan mendonorkan darah maka kita akan tahu apakah kita benar – benar sehat atau kelihatan sehat saja. Karena jika darah kita tidak sehat kita akan diberitahu segera oleh PMI tentang masalah dalam darah kita.
Kadang kita temui, seorang yang sehat tiba – tiba terkena serangan jantung. Dia bukan perokok, dia seorang olahragawan atau seseorang yang tidak mempunyai sejarah penyakit jantung. What’s wrong? Salah satu penyebabnya adalah darah kental, hal ini bisa disebabkan karena tubuh kita kekurangan cairan. Kurang minum. Darah menjadi kental, sehingga kerja jantung menjadi lebih berat, otak yang kekurangan cairan akan ‘mengambil’ air dari darah sehingga darah menjadi kental. Otak yang bekerja terlalu keras, badan terlalu capek, akhirnya darah mengental. Oleh karena itu minum air putih teratur, atau menggunakan terapi enam gelas air putih bisa mencegah kekentalan darah yang berlebihan. Donor darah secara teratur juga membantu mengurangi kekentalan darah, dan menjadikan tubuh lebih sehat. Mencegah lebih baik dari pada mengobati, operasi jantung biayanya tidak main – main. Bisa puluhan hingga ratusan juta tergantung tingkat kesulitannya.

Hello world!

Januari 10, 2009

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!


Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.